Updateotomotif

Elon Musk PHK Belasan Ribu Pegawai Tesla, Ada Apa?

Foto: REUTERS/

Foto: REUTERS/

Updateotomotif
Selasa, 16 Apr 2024 11:45 WIB

Jakarta – Tesla menambah daftar perusahaan teknologi yang turut melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran terhadap puluhan ribu karyawannya.

Informasi ini pertama kali dilaporkan oleh situs Electrek, di mana Tesla disebut memecat lebih dari 10% pekerjanya secara global. Diketahui Tesla memiliki lebih dari 140 ribu karyawan pada Desember 2023.

Meskipun tidak disebutkan secara pasti jumlah pekerja yang terdampak tapi dalam laporan tersebut melihat sebuah memo internal yang mencatat angka persentase tersebut. Dengan demikian, jika dihitung dari total karyawan yang dimiliki Tesla, setidaknya ada sekitar 14 ribu pekerja yang terkena PHK.

Dilansir Updateotomotif dari Engadget, diungkapkan ke Reuters bahwa beberapa karyawan Tesla telah menerima pemberitahuan bahwa PHK telah dimulai.

“Ketika kami mempersiapkan perusahaan untuk fase pertumbuhan berikutnya, sangat penting untuk melihat setiap aspek perusahaan untuk mengurangi biaya dan meningkatkan produktivitas,” CEO Tesla Elon Musk dilaporkan menulis dalam memo tersebut.

“Sebagai bagian dari upaya ini, kami telah melakukan tinjauan menyeluruh terhadap organisasi dan membuat keputusan sulit untuk mengurangi jumlah karyawan kami lebih dari 10% secara global,” lanjutnya.

Pada awal Februari 2024, diketahui Tesla bertanya kepada para manajer terkait posisi karyawan mana saja yang penting. Hal itu mengisyaratkan bahwa PHK akan segera terjadi.

Sejak tahun 2020, Tesla telah secara efektif menggandakan jumlah karyawannya dan mengakhiri tahun 2023 dengan lebih dari 140.000 karyawan. Meskipun telah melakukan beberapa putaran PHK termasuk puluhan pekerja di tim Autopilot setahun yang lalu, tenaga kerja perusahaan tumbuh sekitar 10% pada tahun 2023 saja.

Sebelumnya, CEO Elon Musk mencatat bahwa perusahaan berada di antara dua gelombang pertumbuhan besar. Pertama adalah popularitas Model 3 dan Y. Dan berikutnya adalah mobil listrik berbiaya rendah yang tampaknya menjadi harapan perusahaan.

Namun demikian, banyak orang yang terlibat dalam proyek mobil murah telah diberhentikan sebagai bagian dari PHK. Terindikasi Tesla lebih tertarik untuk mengembangkan taksi robot. Elon Musk mengatakan bahwa perusahaan berencana untuk mengungkapkan robotaxi pada 8 Agustus.

Musk telah memperingatkan para investor untuk memperkirakan pertumbuhan penjualan yang jauh lebih rendah tahun ini, yang mungkin telah mendorong upaya pemangkasan biaya termasuk PHK ini untuk menenangkan mereka.

Memang, Tesla mengalami kemerosotan penjualan dalam tiga bulan pertama tahun 2024. Pengiriman mobil listrik turun 8% dari tahun ke tahun dan 20% dari kuartal sebelumnya. Salah satu alasannya adalah permintaan yang melambat dari konsumen terhadap kendaraan listrik.

Exit mobile version